Minggu Sore di Omah Oma Budhe

Waktu saya masih kecil, saya sering dititipkan di rumah Budhe selagi mama keluar kota.
Gak heran akhirnya saya jadi anak ketiga Budhe a.k.a keponakan kesayangan :p

Tante lain saya panggil Mama, dan walaupun saya paling dekat sama budhe tapi cuma budhe yang gak pake embel embel mama.

Rumah budhe bagus banget. Tipe rumah idaman saya.
Tipe rumah jadul yang ada di film film Warkop DKI.

maritim
Ini foto yang saya ambil dari google maps :p

Budhe orangnya cantik, dan galak, tapi sebenarnya konyol. Tapi ya tetep, galak.
Dia pernah jadi tour guide berlisensi baik di dalam dan di luar negeri.

Biasanya menjelang petang, setelah mandi sore dan sebelum makan malam, kami sering berburu lintah di taman mungilnya.
Saya yang bawa senter, budhe yang bawa garam.
Tiap hari adaaa aja lintah yang gak belajar dari kisah nenek moyangnya kena taburan garam.

Sekarang kalau dipikir-pikir, kasian juga ya :/

Budhe sukaaaa banget berkebun.
Di 1 jalanan buntu itu, rumah Budhe yang tamannya paling apik dan sedap dipandang.
Tanaman kebanggaannya adalah para geng Anggrek tercinta.


Untuk mengisi waktu luang, Budhe suka menemani saya main congklak.
Dan saya gantian menemani Budhe mengisi TTS yang ada di koran.
Budhe sering membanggakan saya di depan banyak orang dengan cara membingkai hasil gambar saya (yang acak kadut itu).
Kelihatannya sepele tapi ternyata hal hal kecil seperti itu cukup membekas di diri saya.

Dan karena Budhe pula, selera lagu saya jadi jadul. Vintage sih.
Saya suka banget lagu lagu tahun 1920-1940an. Love. Cinta. Favorite. The best!
Saking cintanya sama era tersebut, kadang saya mikir “jangan jangan gw reinkarnasi seseorang di era 1920an nih”.  Edun.

*****

Suatu hari di awal tahun 2015 kami sekeluarga ditampar kenyataan bahwa Budhe harus menjalani cuci darah 2 kali dalam seminggu. BLAR!

Budhe yang tadinya lincah dan masih sanggup mengurus tamannya, lama kelamaan mulai terbatas gerakannya.

Beberapa kali Budhe terjatuh baik di rumah maupun di Rumah Sakit 😦
Budhe dulunya aktif sebagai sekretaris di kumpulan keluarga Manado yang ada di Jakarta.
Belum lagi pekerjaan sampingannya sebagai Tour Guide dan kegiatan gereja, sekarang secara tiba tiba otomatis kegiatannya menjadi terbatas di sekitar rumah dan rumah sakit.

Karena kedua anak Budhe tinggal di luar kota dan luar negeri, akhirnya saya dan ketiga kakak mulai rutin berkunjung ke rumah Budhe setiap hari minggu.
Para cucu memanggilnya Oma Budhe.

Akhirnya sekarang Minggu Sore di Omah Oma Budhe menjadi agenda rutin kami sekeluarga.

*****

Sampai detik ini Puji Tuhan Budhe masih suka galak, masih sehat dan masih rutin cuci darah seminggu dua kali.
Sepayah apapun fisik Budhe setelah cuci darah, tapi beliau akan langsung sumringah dan hatinya gembira kalau ada keluarganya datang ke rumah.


Terbukti bahwa hati yang gembira adalah obat dan kebahagiaan bisa datang hanya dari hal yang mungkin dianggap sepele, kehadiran.

Dalam kasus Budhe, kehadiran keluarga (terutama cucu) selalu menyemangati Budhe untuk tetap berjuang dan tetap happy.

Khusus tahun ini beliau minta dibelikan hadiah natal, yaitu Mp3 dan headphone supaya pas cuci darah yang durasinya berjam jam itu dia bisa tidur / bengong sambil dengerin lagu kesukaannya.

Well noted, madam!

Semoga tradisi Minggu Sore di Rumah Budhe masih akan berlangsung lama, walaupun memang bukan untuk selamanya. (GAK MAOOOOO – lah gimana sik nulis nulis sendiri, galau sendiri)

img_20161221_154812
Opa Pakde

Tempat favorite kami, teras rumah Oma Budhe.

*****

Semoga keluarga kita semua selalu sehat dan tambah sering berkumpul ya   ❤

Advertisements

24 thoughts on “Minggu Sore di Omah Oma Budhe

  1. rumahnya vintage sekali…jadi rindu masa kecil tahun 80an kalo liat rumah beginian. Tegel di teras oma budhe persis sama di kamar rumah ortuku, secara rumah ortuku emang rumah jadul juga mbak. Semoga budhe sehat terus yaaa….

  2. Rumahnya keren banget, asri, adem.. ❤️. Btw, semoga Budhe sehat terus ya.. semangat cuci darahnya seminggu 2x. Yup hati yg gembira adalah obat (Alm Bapakku dulu juga cuci darah seminggu 2x). Salam buat Budhe yaaaaa

  3. Rumah Budhe-nya cantik sekali. Bikin nostalgia ke rumah jaman kecilku pas masih di komplek. Kayaknya adem, betah di rumah. :’) Semoga Budhe selalu sehat dan bisa kumpul-kumpul terus ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s