Indah Pada WaktuNya

Saya dan N sama sama suka anak kecil.
Berawal dari niat kami mau menyumbangkan mainan bekas Anak Kutu, akhirnya kami browsing dan menemukan panti asuhan di kawasan Bintaro.

Setelah kunjungan pertama, akhirnya kami jadi sering main ke situ minimal sebulan sekali.

Panti asuhan itu terdiri dari beberapa kamar yang bersih dan ada aula untuk anak balita bermain bersama, sedangkan di lantai 2 adalah tempat para kakak yang berusia SD.
Halaman belakangnya besar dan pencahayaan dalam panti asuhan itu tercukupi.

Saat berkunjung N lebih sering bermaind dengan para balita di aula, sedangkan saya menghabiskan waktu bersama Anak Kutu di ruang bayi.
Menggendong para bayi yang menangis.
Menidurkan batita yang terbangun.

Anak anak ini diserahkan oleh orang tuanya, ada juga yang ‘dititipkan’ dan diambil oleh pengurus panti di rumahnya langsung.

Alasannya? Macam macam.

**

Di lain pihak, ada beberapa saudara saya yang belum memiliki anak, salah satunya karena menurut dokter ada kista di rahimnya.

Mereka mencoba berbagai cara untuk bisa hamil.
Berbagai dokter di Jakarta telah didatangi, semua program telah dicoba.

Saya bahkan pernah menemani salah satu dari mereka saat sedang berkunjung ke dokter terkenal di kawasan senopati.
Banyak foto orang terkenal di lobby klinik itu.

Kata dokter di klinik itu telur dalam rahim sepupu saya hanya sedikit yang bisa matang, dan itu pun tidak menerima sperma suaminya.
entah saya tidak paham maksudnya apa, yang pasti menyedihkan melihat raut muka sepupu saya mendengar vonis dokter.

**
Suatu saat saya mengajak mereka untuk ikut bersama kami melakukan kunjungan rutin ke panti asuhan ini.

Saat sampai di sana kami sudah mendekati jam tidur mereka.
N dan suami sepupu saya ini langsung bermain dengan para balita.
Dan karena kami datang telat, kami hanya bisa melihat para bayi dari aula, karena ruangannya tidak berdinding melainkan penuh kaca dan jendela.

Tiba tiba sepupu saya langsung menunjuk ke salah satu batita perempuan yang sedang tidur tengkurap di dalam box, kami hanya bisa melihat sedikit sisi wajahnya.

“Ini siapa namanya? Cantik banget”

Saya sempat bingung dan berpikir
“Nih orang kenape? Wong yang keliatan cuma pipinya gitu.”
Salah satu penjaga memberi tahu namanya dan menceritakan kisahnya.
Sebut saja namanya Dya.
Dya diserahkan langsung oleh ibunya.
Ibunya hamil di luar nikah dengan pacarnya, sengaja.
Karena hubungan mereka tidak disetujui oleh orang tua si perempuan yang hendak menjodohkannya dengna anak kenalannya.
Demi urusan bisnis.
Akhirnya setelah Dya lahir langsung diserahkan ke panti asuhan.

Speechless.

**

Anyway, setelah itu ternyata sepupu saya sering datang sendiri ke panti asuhan ini untuk menemui Dya yang waktu itu sedang tidur.

Sampai akhirnya suatu saat sepupu saya memutuskan untuk mengadopsi Dya.
Keluarga kami mendukung.
Setelah menyampaikan niatan tersebut ke kepala panti asuhan, ternyata menemui jalan buntu.
“Anak ini statusnya dititipkan bukan diserahkan.”

Dan kepala panti asuhan memberi alasan bahwa panti asuhan sudah tidak memperbolehkan adopsi anak dari tempat tersebut.
Segala macam hambatan dan jalan buntu harus dihadapi sepupu saya.
Tapi sepupu saya pantang menyerah, setahun lamanya dia selalu mencari cara untuk mengusahakan mengadopsi Dya.

Akhirnya kepala panti asuhan memberikan pertanyaan.
“Apa ibu sanggup jika suatu saat orang tua anak ini datang dan hendak mengambil anak ini kembali?”

Sempat terdiam, kemudian sepupu saya menjawab dengan tegas
“Saya yakin. Saya sudah berusaha, Tuhan tahu niat saya. Kalau suatu saat harus begitu saya pasrah”

(hweee, mau nangis dong ngetiknya)

Tuhan berkehendak lain, sejak mengucapkan keyakinannya itu proses adopsi seakan dipermudah.
Tiba tiba Dya boleh diadopsi, dan prosesnya cepat.

Setelah setahun lebih melakukan pendekatan, akhirnya sepupu saya berhasil mengadopsi Dya.

Thanks God.

**

Mungkin ini yang namanya Love at first sight.
Sepupu saya terpikat oleh anak perempuan ini sejak pertama kali melihatnya tidur.

Kata orang jodoh itu mirip.
Mengherankan memang, tapi semua orang sepakat bahwa Dya mirip sekali sama sepupu saya :’)

(bahkan sifat galaknya – kalau ini mah karena ketularan :p)

**

Sudah hampir 2 tahun sejak Dya datang di kehidupan keluarga kami.

Saya bersyukur untuk setiap keputusan yang sepupu saya ambil, untuk setiap campur tangan Tuhan dalam proses adopsi ini, dan untuk setiap dukungan keluarga besar.

Selesai? Belum.

Tahun ini Tuhan memberi kejutan lagi untuk sepupu saya.

 

Setelah menghentikan semua program untuk memiliki anak.
Bulan lalu kami diberi pengumuman bahwa sepupu saya hamil tanpa bantuan dokter mana pun, dan tanpa mempunyai niat memberikan embel embel ‘anak pancingan’ pada Dya :’D

God is good.
Everything has its own time.

Sekarang kami hanya berharap status Dya yang ‘dititipkan’ hanya gertakan kepala panti asuhan untuk melihat kesungguhan niat sepupu saya.

Karena saya, para om dan tante, para oma terlebih orang tuanya dan Dya sendiri tidak akan sanggup patah hati jika suatu saat orang tua kandungnya datang dan mengambil ‘hak-nya’.

Advertisements

40 thoughts on “Indah Pada WaktuNya

  1. Sedih banget baca cerita kenapa si anak yang diadopsi itu diserahin ke panti, kenapa tega 😦

    Dan itu, syukurlah sepupunya sudah hamil. Tuhan memang punya rencana yang luar biasa ya mbak.

  2. Owalaaaaaah kepribeeeeen aku mau meweeeeek :”( tp insyaalloh semua akan berjalan baik2 saja untuk keluarga sepupumu yah. Selamat atas kehamilannya. Smoga sehat sekeluarga, snantiasa, sampai lahiran dan strusnya.

  3. Terima kasih sudah berbagi cerita indah ini Tasha. Semua memang akan indah pada waktuNya, bagaimanapun manusia hanya pada taraf berikhtiar, Tuhan lebih tau yang terbaik untuk umatNya 🙂
    Tentang gadis kecil, Insya Allah itu juga sudah rencanaNya, jadi nanti pasti ada jalan keluarnya.

  4. Puji Tuhan ceritanya berjalan indah bagi sepupu mba dan si kecil Dya ya, setidaknya sampai saat ini. Semoga ke depannya tetap indah, amin. btw, boleh tau nama pantinya gak mba? pantinya bisa dikunjungi kapan saja tanpa perlu appointment kah?

  5. waduh, ada status juga ya ?! titip sama serahkan. lha, kl titip begitu ongkos hidupnya gmn mba ?! orang tua/keluarganya yg nanggung kah ?! kl serahkan sdh jelas kayaknya ya. baik sekali panti itu mau terima titipan. sedih juga ya sepupu mba kl udh terlanjur sayang dan ujung2xnya diambil lg sm yg punya hak. tp kl pun harus dikembalikan, bersyukur masih ada orang2x spt sepupunya ya mba, yg mau jd perpanjangan tangan Tuhan untuk merawat dan membesarkan meskipun hanya dlm jangka waktu ttt. orang-orang spt sepupu mba biasanya akan dapat berkat melimpah. buktinya dapat anak 🙂 . kiranya bisa terus jadi bagian keluarga ya mba, putri pertamanya sepupu mba itu.

    btw, salam kenal mba ! terima kasih sudah mampir dan following blog saya 🙂

    1. Kalau yang dititipkan itu ya yang nanggung panti asuhan. Mereka dapet donasi dari beberapa donatur tetap.
      Amin, semoga Dya bisa bareng kami terus.

      Salam kenal mba 😀

  6. aduh hangat sekali hati ini membaca ceritamu Tasha… smoga yg terbaik ya utk si anak kecil dan sepupumu..

    btw, kakakku jg mengangkat anak dari salah satu panti asuhan di yogya.. gw sih gak tau ya gmn kebijakannya panti asuhan dlm merawat anak.. tp si keponakan baruku ini jg masih ada orang tua dan saudara2nya.. bahkan kabarnya si ibu kandung hamil lagi anak ke-6.. ada yg bilang ada motif ekonomilah, entahlah.. (intinya gw mau cerita apa, aku jg gak ngerti hehe)

    1. Huahahahaha Dewi ah kzl bgt. Ngomong dewe, bingung dewe.
      Amin semoga mereka bahagia terus.

      Eh tapi keluarga kandungnya gak akan ngambil lagi kan??
      Lah, kalau udah tau motif ekonomi kenapa. Masih… Yasudahlah 😐

      1. hahahahaa.. iyaa gue jg bingung..

        gue ngga nanya itu sih ke kakakku.. nanti aku nanyain ya, sempet sih Ibuku gundah karena hal ini.. karena ya itu tadi, sang ortu masih ada dan beranak pinak.. pdh bukannya panti asuhan utk anak yatim piatu, semacam gitulah..

  7. Sedih tapi sebenernya ini cerita bahagia kan ya :”( Tapi kok bikin sedih :”( Mudah-mudahan sih Dya selalu bahagia ya, apa pun yang terjadi ke depannya nanti. Semoga dia bisa selalu menyadari bahwa dia disayang oleh sepupu lo dan keluarga lo, meski nanti dia tau bahwa dia diadopsi 🙂

    1. Iya nih, gw juga bingung. Tadinya mau happy kok akhirnya jadi mellow gini :))
      Nah masalah tau diadopsi itu, masih jadi pembahasan mau dikasih tau apa gak. Walaupun kami yakin Dya inget ttg panti asuhan itu :/

  8. Hai Tasha, salam kenal. Ceritanya mengharukan banget. Semoga Dya bisa terus bersama keluarga kalian ya. Selamat juga buat sepupu yg sedang hamil, semoga sehat2, aman dan lancar semuanya. 🙂

  9. kok bisa sih ya, pas banget ni blog kamu mirip topiknya soal punya anak, hehe. Pas baca ini, gw langsung terharu sih. Banyak cara lain memiliki anak selain lahir dari kandungan sendiri, bikin gw makin semangat juga.

    Soal sepupu kamu, syukurlah akhirnya bisa bahagia bersama keluarga kecilnya. Beneran deh itu jodoh, sampe bisa mirip segala.

    Thanks for sharing, Sha. 🙂

    1. Iya banget, pas kamu baru post langsung “omaygawd gw sehati sama Indriii~” terus geli sendiri.

      Dunia udah penuh, iya bener banget.
      Makanya kalo diijinin sama Tuhan gw mau anak selanjutnya ya adopsi.

      Sama sama Indrooo – have a great week ahead 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s