Ada Sesuatu Di Balkon Kamar

PSX_20151106_170314

Sempat curiga, tapi saya abaikan.
Beberapa bulan lalu saya dan kakak serta para sepupu janjian untuk pergi menginap di Puncak.
Nuwis ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal akhirnya kami menyusul, malam hari sekitar jam 12an baru sampai hotel.
Karena saya menyusul dadakan, tadinya kami akan dipesankan kamar tambahan.
Tapi entah kenapa waktu kami tiba, ternyata skenario berubah.
Saya menempati satu kamar sendiri sedangkan kakak saya tidur di kamar sepupu saya.

Besoknya saat sarapan baru saya tahu kisah di balik ‘kaburnya’ mereka ke kamar sebelah.

Jadi Abbey – keponakan saya ini sepantaran dengan Kara.
Mereka suka laporan kalau lihat sesuatu yang tak terlihat oleh para orang tua ini.
Tapi Abbey lebih sering melihat sesuatu yang bikin histeris, sedangkan Kara gak pernah histeris.
Kara bisa dibilang histeris kalau tiba tiba dia berhenti dari kegiatannya, terdiam dan langsung ngotot minta digendong (kalau lagi jalan) sambil bilang “kaget, Kawa kaget”, lalu setelah digendong dia akan sembunyikan mukanya ke leher kami.
Tidak pernah lebih histeris dari itu.

Nah waktu malam hari sekitar jam 11 di kamar hotel, Abbey belum tidur dan sedang nyanyi sambil lompat lompat dari tempat tidur ke sofa berulang ulang sampai mamanya yang capek.
Lalu tiba tiba Abbey berhenti nyanyi dan melotot ketakutan ke arah balkon kamar.
Hanya melotot dan seperti tidak bisa berkata kata, mulutnya hanya menganga.

DANG!

Sejurus kemudian Abbey langsung teriak teriak histeris, lari ke pelukan mamanya yang ikut panik.
Sambil menangis Abbey teriak “ABBEY GAK MAU DISINI, ABBEY MAU MANDI. ABBEY MAU MANDI” dengan tampang sangat ketakutan yang gak pernah dilihat mamanya.

Berkali kali Abbey minta dibawa ke kamar mandi, menarik badannya ke arah kamar mandi.
Belakangan dengan sok tahu kami pikir, mungkin kalau masuk kamar mandi dia pikir dia gak akan lihat apapun itu yang dia lihat di balkon kamar.
Bisa dibayangkan betapa histerisnya Abbey waktu itu dengan kalut memohon untuk dibawa ke kamar mandi. Akhirnya Abbey dibawa keluar dan pindah ke kamar sebelah.

Ketika saya datang jam 12an Abbey baru mulai tenang dan tertidur.
Padahal Kara sempat beberapa kali mengintip ke balkon waktu kami sampai di hotel. Aman.
Kalau dipikir ngapain Kara ngintip balkon ya? Ada keperluan apa? Ngintip siapa ya, kan gelap?

Anyway, seminggu lamanya setelah kejadian di Puncak, kadang Abbey masih suka nangis nangis gak jelas karena ketakutan.
Biasanya kalau sudah begitu, mama saya suka berdoa sambil mengayun-ayunkan sapu lidi ke sekeliling rumah (ajaran Opa).
Sampai sekarang kakak saya belum pernah menginap di hotel manapun lagi.
Gak mau ambil resiko katanya.
Padahal kalau di rumah juga tetap suka lihat sesuatu, sama aja toh.
Mungkin sesuatu yang Abbey lihat itu cuma merasa terganggu sama nyanyian Abbey mengingat itu sudah terlalu malam untuk teriak teriak :p

Saya sih gak bisa lihat, saya cuma kadang kadang saja bisa ngerasain aka penakut. *pait pait pait*

Advertisements

33 thoughts on “Ada Sesuatu Di Balkon Kamar

    1. Hehe, bahkan abis kejadian itu aku sama kakak kakak males bahas apa yang diliat. Kalo di bayanganku kayaknya gede banget kali ya, soalnya katanya Abbey liatnya ga lurus sejajar mata dia.. Tapi mendongak, padahak berdiri di atas sofa. Kyaaaa hahahahaha serem

  1. Wah jadi inget kejadian hampir sama, tapi bukan di hotel, melainkan di kamar sendiri! Jadi ponakan waktu main di kamar, disuruh pipis di kamar mandi nggak mau, malah nangis2. Katanya: “Ada nenek2 lagi duduk di toilet ketawa2!”

    Alamak, padahal di kamar mandiku kosong melompong saat itu..

    #merinding

      1. Masih tinggal di kamar yg sama sampe sekarang, hahaha. Untung ‘sesuatu’ itu gak pernah menampakkan diri, atau mungkin sudah pindah kali ya 😉

  2. Serem banget. Asli merinding bacanya. Aku dulu kalo tugas kantor keluar kota paling males sebenarnya karena musti tidur dihotel sendiri. Entah kenapa sampai sekarang aku ga merasa suka tidur dihotel. Berasa aneh. Aku ga bisa lihat, tapi aku (sok2an) bisa ngerasa-alias gampang takut :)))

    1. Keponakan sama anak aku sering ngalamin beginian mba, tapi keponakanku lebih sering liat yang (kayaknya) serem. Moga2 pas udah gede, gak liat lagi. Malem jumat besok aku mau cerita lagi aahh hihi 😂

  3. Kami pernah mengalami kejadian yang sama, bukan di hotel tapi paviliun dengan dua kamar yang akan kami kontrak di kota Bogor. Setelah masuk rumah itu buat pertama kali anak saya nangis terus sampai jam tiga pagi. Akhirnya anak saya sama ibunya malam itu pindah tidur ke kamar yang punya rumah, baru dia gak nangis. Besoknya kami batalkan mengontrak. Pengalaman yang gak terlupakan bagi saya.

  4. Puncak…seumur hidupku , cuman sekali aku kesana and disitu juga aku mendapatkan pengalaman mistis yang kalau ku ceritakan pastinya akan terdengar sulit di percaya ( aku yang awalnya tidak perczya dengan hal hal seperti itu mau ngak mau harus percaya.. he he he ).

    Btw semoga si dede nya dan keluarga selalu berada di lindunganNya.

  5. Haduh aku kalo bisa jangan sampe deh punya kemampuan n kesempatan bisa “ngelihat” gitu, soalnya aku penakut juga orangnya. Tapi kayaknya anak kecil itu banyak yang lebih sensitif ya, ponakanku juga pernah tiba-tiba meluk ketakutan gitu. Lah aku jadi heboh sendiri nanya-nanya ada apa ma dia, soalnya walo posisinya sebagai tante yang harusnya ngelindungin tapi akunya kan penakut juga. 😥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s