Kebaya impian hanya sekedar mimpi

Sejak saya install timehop, hidup saya jadi serasa dikejar masa lalu lebih seru.
Tiap hari dinosaurus timehop rajin ingetin saya untuk buka aplikasi nya
(lama lama saya jadi ngerasa diperintah nih sama para aplikasi :p)

Kadang #throwback dari timehop bikin saya (dan teman teman) nyengir malu, kadang bikin kesel, kadang bikin seneng. Luar biasa emang yang bikin timehop ini (standing ovation)
Tapi saya gak lagi pengen membahas Timehop sih.

Nah hari ini, timehop ngeluarin foto 4 tahun lalu. Tepatnya 20 Agustus 2011.
Ada foto saya lagi di toko kain Shiva di Tjikini. Lagi mamerin bahan kebaya pilihan saya yang waktu itu (dan sampai sekarang masih) saya anggap paling cantik untuk pernikahan saya.

CYMERA_20150820_133929Langsung deh tadi pagi ngebahas sama Nuwis sambil nyuapin dese sepanjang jalan ke kantor.

T : Nih liat deh timehop, kita lagi nyari bahan kebaya di cikini
N : bulan agustus ya? Bagus tuh kainnya
T : iya, agustus. Cuma 4 bulan setelah kita ketemu, udah nyari kain kebaya men
N : ngebut dulu kita men
T : aku masih pengen pake baju pilihan aku sendiri deh 😦
N : Iya sayang, semoga nanti pas anniversary ke 10 kita bisa ngadain garden party impian kamu ya

Yep.
Pernikahan saya tidak seperti yang saya impikan (well, sebagian kecil saja sih).
Padahal saya merasa pernikahan kami sudah termasuk tidak ribet untuk ukuran Nuwis yang Jawa banget.

Kami hanya mengadakan pemberkatan di gereja di Bintaro, kemudian dari situ langsung lanjut makan siang di restoran mungil dekat gereja, dan hanya mengundang keluarga inti (para kakak adik dari kedua orang tua kami) dan sahabat dekat.

Semua menggunakan uang kami berdua, dan untuk makan siang di restoran kami bagi menjadi 2 sesi.
Sesi pertama untuk keluarga, sesi kedua untuk sahabat.
Bukan, bukan supaya lebih intim tapi…

KARENA RESTORANNYA GAK CUKUP HAHAHAHHAA :’)))

Untuk keseluruhan acara yang kalau di total undangannya ada sekitar 350 orang, kami hanya menghabiskan tidak lebih dari 23 juta (so much win, yes?). Itu sudah termasuk urusan administrasi, make up, baju, souvenir, gereja, dan semuaaaanyaa.
God is good, semua biaya itu persis sama jumlah tabungan kami. huaaa :’D

Anyway, kenapa tidak sesuai impian saya?
Karena saya akhirnya tidak memakai kain yang saya pilih sendiri sejak jauh hari.
Ibu Mertua tiba tiba memberikan saya kotak berisi perhiasan dan … kebaya pengantin beserta kainnya 😥

Ada yang bilang, “kenapa gak ditolak aja, ini kan hari pernikahan kamu?”
Pada waktu itu tidak gampang. Beliau akan sangat kecewa dan bisa berlarut larut jika sudah ditolak.
Apalagi beliau sudah beberapa kali mengalami serangan jantung. Kalau ada masalah sedikit langsung berpengaruh dengan kesehatan beliau.
Jadi waktu itu, kami memilih merelakan sedikit keinginan kami supaya semua senang. Dan itu keputusan yang tepat.

Walaupun sampai sekarang masih agak kepikiran karena sepertinya layaknya sebagian besar wanita, saya sudah merancang baju yang ingin saya pakai, yang siapa tau suatu hari nanti bisa dilungsurkan ke anak saya.
(Padahal belum tentu anaknya mau nanti :p – nanti kalau gak mau malah sedihhhh lagiii)

Tapi ya sudahlah, kadang merelakan sedikit keinginan tidak ada salahnya.

Tapi di lain sisi saya juga bersyukur, karena jika mendengar cerita teman teman lain. Betapa Repotnya mereka menyamakan suara dengan keluarga besar, yang A mau ini yang B mau itu, sedangkan kemauan pengantin kadang tidak dihiraukan.

Menikah memang menyatukan dua keluarga, tapi di hari pernikahan rasanya gak ada salahnya mendengar kemauan pengantin seluruhnya.
Kebiasaan banget ih saya nih, selalu cari “untuuung gak gini – untuuuung gak gitu” di setiap kesedihan hehe..

Oh ya, ini penampakan penampilan saya yang “tidak sesuai impian saya” hehe..
Saya yang sudah lebar, kelihatan makin lebar dan pendek dengan model begitu Mama mertuaaaaaa 😥 😥
(YAELAH SIS – mau pakai apapun juga tetap begitu bentukannya kan)

 

 

Well, semoga wedding anniversary nanti benar benar terkabul ‘pesta’ impian kami 🙂

Advertisements

4 thoughts on “Kebaya impian hanya sekedar mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s