How we met 2.0

Sekitar bulan februari 2011 saya baru-baru saja bergabung dengan komunitas manusia jomblo di Indonesia.
tepatnya tanggal 14 Februari – iya, putus di bulan Februari.
persis jam pulang kantor, pas valentine.
hahahhaha~ ha..
“VHYYY?? VHHYYY??”
Cinta itu kejam. 
Tsaaahh!

Seminggu setelah putus, saya jadi aktif facebook dan twitter lagi a.k.a cek pasar sis.
Waktu itu lagi di kantor, kemudian cek friend request di FB yang sudah lama tidak diurus, scroll – scroll – scroll – sampai kemudian menemukan ada satu pria yang profile photo-nya cukup bikin penasaran.

Foto sok candid gitu.
macam : “eh tolong fotoin gue dong, ceritanya gue lagi belajar di pinggir taman sambil angkat kaki“.
Kebaca banget sih skenarionya nih orang.

INI DIA PROFILE PICTURE PELAKU WAKTU ITU, TADAAAA!!
*rambutnya masih lebat banget bro Nuwis – sekarang mah sepi*

10398506_78583943893_4299079_n

Mata langsung seger. Bukan karena liat manusianya, tapi karena ngeliat background-nya.

PASTI. itu pasti di Europe tuh.
Salah satu tempat tujuan yang harus saya datangi dalam hidup ini adalah Europe.

Belum saya approve – Nah, akhirnya berujung kepo di twitter deh.
Saya search berbekal dari nama lengkapnya di facebook.
TERNYATA kami punya mutual friends.
Manusia ini temen 1 kampusnya Bayu waktu di London, dan Bayu ini pacar barunya sahabat saya.
Niceee.. jadi deh minta dikenalin :p *crazy dance*

Jadilah sepanjang Februari sampai bulan Maret saya ribet banget gangguin Bayu dan Gaby (sorry and thanks you guys!) untuk minta mereka mention saya terus di twitter biar yang bersangkutan makin sadar sama keberadaan saya dan dikenalin. cheesy, ya ya. Namanya juga usaha :’))

Akhirnya saya approved friend request nya di facebook tapi belum ada gerakan apapun. Saking gemets saya pernah like salah satu profile picture lama nya. TETEP GAK ADA RESPOND.

Singkat cerita ya (Boooo! gak seru!!)
Akhirnya kami telfon-telfonan. Lalu kami merencanakan surprise buat ulang tahun Bayu.

Janjian untuk ketemu di hari minggu dan datang ke kost Gaby, kasih surprise untuk Bayu yang kemudian malah jadi surprise buat yang lainnya – ehe. Ternyata malah cowok yang selama ini bikin seorang Tasha ribut banget minta dikenalin, ada depan mata mereka HAHA! SURPRISEEEEE!!
tumblr_ltnymfq4NX1qen75usurpriseShock

Selanjutnya prosesnya cepet sih.. Dalam hitungan hari kami jadian. Dalam hitungan bulan kami lamaran. Dalam setahun kami menikah (yay!) Masuk tahun kedua menikah, kami punya anak, WOOHOOO!!

Mudah mudahan dalam waktu dekat kami bisa ke europe. -AMIIINN-

—–

Gak kebayang sih waktu itu lagi sedih habis putus karena alasan sepele yang sebenarnya bisa banget diomongin, eh tahun depannya nikah.

Dan ternyata Wisnu waktu itu dalam kondisi baru aja ditolak gebetannya yang tiba tiba hilang waktu Wisnu mengemukakan niat untuk serius.

Gak kebayang Wisnu sempat hampir dijodohin sama sahabat saya waktu di kampus oleh sepupunya yang ternyata 1 kampus sama saya (that’s another story. lain kali saya cerita :p)

Gak nyangka Wisnu teman sekampus pacarnya sahabat saya. Serba “kok bisa ya?” kalau kami flash back lagi.


Life is like a box of chocolate
, indeed 🙂

Cheers!

Advertisements

2 thoughts on “How we met 2.0

  1. Mbaa gimana cara make sure orang yang baru kita kenal beneran the one? Kaya mba sama suami gitu dalam kurun waktu singkat langsung lamaran dan nikah? Aku agak ada di posisi itu soalnya :p hehe makasi mba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s