Que Sera-Sera (1)

Malam minggu kemarin ibu wabbit dan anak babbit nemenin tuan besar ke acara pensi anak Labschool Kebayoran.
Niatnya mau nonton RAN dan Tulus.

TAPIIII..
bocah cilik tidur dengan sukses di mobil, jadilah ibunya nemenin di mobil selama bapaknya ngawasin food truck.
selama nemenin bocah cilik, banyak ABG lewat depan mobil jalan ke tempat pensi.
with or without ticket, mereka sudah sangat siap. dandan total. wangi (walaupun keluar dari situ jaminan mutu bakal kuyup) bareng geng-nya atau bareng pasangan doang.
sedangkan di parkiran, terlihat banyak bapak dan ibu menunggu anaknya di mobil.
Ya macam saya gini, bedanya yang ditungguin bapak-bapak yang lagi kerja.
Pas pulang juga banyak yang dijemput dan jalan bareng orang tua-nya.

Ternyata pas ‘jam kerja’ yang dibatasin sama istrinya ini sudah habis, bapak besar masuk mobil dengan kepala plontos kayak anak lulusan SMA siap ospek.
Sambil cengir-cengir gak PD, bapake cerita :

W : mas, potong ya.
Mas Tukang Potong : siap om. model apa? ((OM))
W : *kesel dipanggil om* yaa, model yang lagi ngetrend sekarang aja (tipikal om-om pengen keliatan muda)
MTP : *sambil motong* anaknya sekolah di sini om? (((ANAKNYA SEKOLAH DI SINI OM?)))
W : gak, saya tenant juga.
(kemudian mas tukang potong gak dapet tip)

Terus Wisnu cerita kalau tadi banyak yang didampingin bapak ibunya (wow)

Jadi mikir,
kira-kira kalo nanti Kara sudah SMP/SMA gitu mau gak ya dianter jemput orang tuanya yang super parnoan ini.
kira-kira Kara nanti jadi anak yang suka bergaul banget (bapaknya banget) atau lebih milih nonton/baca di rumah kayak ibunya?
kira-kira Kara harus dikasih waktu main sampe jam berapa ya kalau sudah SMP, SMA nanti?
(secara ibunya pas SMA, jam 6 sudah harus sampai rumah. lewat sedikit dikunci gemboknya)

Kemudian jadi senewen, takut, parno, penasaran, bingung.
Pas lagi kayak gitu, bocah kecil ngigo sambil ngences “amau-amau” (red : gak mau, gak mau)
entahlah lagi mimpi apa. Tapi jadi tersadar bahwa hari-hari itu masih lama.
khawatirnya jangan ditumpuk, khawatir hari ini jangan ditambahin khawatir besok atau bahkan lusa.
Biar setiap hari ngalamin kekhawatiran, kebahagiaan, pelajarannya sendiri-sendiri.
dan selama bapak ibue ngajarin, membekali si bocah dengan nilai-nilai keluarga dan norma yang cukup, pasti gak akan ada cerita “kehilangan anak gadis” karena sibuk bergaul. ((( MELLLLOOW DETECTED )))
Mudah-mudahan Kara cukup betah di rumah dan tetap bisa punya pergaulan yang normal.

DSC_1661

*ngelap iler Kara sambil bersenandung lagu que sera sera*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s